|
Welcome to Novindo Agritech Hutama |
|
Welcome to Novindo Agritech Hutama, one of distribution company in Indonesia focus on animal Health and Publich Hygiene products. On this site, you will find in-depth information about our company, products, news, as well as how to contact us
Latest news, articles and events held by Novindo.
Information about Novindo Agritech Hutama products.
Information, mission and values of the company.
Latest news and articles from Novindo: |
Disusun oleh:
Drh Hananto PT Bantoro dan Drh Rr. Mieke Sarah Ditya
Technical and Product Team of Pharmaceutical and Biosecurity PT.
Novindo Agritech Hutama
Kolera Unggas (Pasteurellosis)
Penyakit kolera (Pasteurellosis) pada unggas disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dari strain unggas yang merupakan bakteri gram negatif, non motil, tidak membentuk spora, bersifat aerob atau anaerob, membentuk endotoxin, tahan hidup di tanah, litter, ataupun bahan busukan. Bakteri ini peka terhadap desinfektan, kekeringan dan sinar matahari.
|
|
Disusun oleh:
Drh Hananto PT Bantoro dan Drh Rr. Mieke Sarah Ditya
Technical and Product Team of Pharmaceutical and Biosecurity PT. Novindo Agritech Hutama
Pendahuluan
Antibiotik telah digunakan pada ternak ayam selama hampir setengah abad di seluruh belahan dunia untuk mengatasi infeksi bakteri penyebab penyakit dan menurunnya performa ternak. Akhir-akhir ini penggunaan antibiotik sebagai profilaktik dan growth promotors (AGP) semakin marak dilakukan. Namun di pada tahun 1999, di negara maju seperti Eropa, pemerintah sudah melarang keras penggunaan antibiotik sebagai AGP pada ternak. Hal ini disebabkan adanya residu antibiotik pada produk ternak (daging, telur, susu, dsb) yang memicu alergi atau reaksi keracunan pada konsumen. Penggunaan antibiotik jangka panjang sebagai imbuhan pakan berkontribusi pada terjadinya kasus resistensi.
Pelarangan penggunaan antibiotik sebagai AGP di Eropa berdampak pada meningkatnya resiko terjadinya penyakit zoonosis. Hal ini juga berdampak negatif pada negara pengekspor daging/telur yang masih menggunakan AGP karena produk mereka akan ditolak oleh negara pengimpor akibat adanya residu antibiotik. Oleh sebab itu harus ada alternatif pengganti untuk mengatasi masalah ini.
|
Disusun oleh:
Technical and Product Team of Pharmaceutical and Biosecurity
PT. Novindo Agritech Hutama
1.1. Apakah yang dimaksud dengan Aspergillosis?
Penyakit Aspergillosis disebut juga Brooder Pneumonia , mycotic pneumonia, atau pneumomycosis. Aspergillosis merupakan penyakit sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi jamur dari genus Aspergillus. Aspergillus membutuhkan suhu yang hangat, kelembaban, dan material organik untuk berkembang biak. Jamur akan tumbuh dan menghasilkan banyak spora.
Spesies yang paling sering menyerang unggas adalah Aspergillus fumigatus dan Aspergillus flavus. Koloni spora A. fumigatus berwarna biru kehijauan. A.fumigatus berkembangbiak dengan pesat di material organik seperti telur dan sekam, pakan, dan peralatan sedangkan A.flavus lebih sering ditemukan pada bahan baku seperti biji- bijian. Spora Aspergillus memiliki diameter 2,5 mikron. Setiap gram bulu ayam mengandung 190.000 spora cendawan.
Masalah utama yang timbul di Hatchery akibat Aspergillosis adalah penurunan daya tetas telur. Penyakit ini timbul akibat telur yang ditetaskan terinfeksi jamur dengan cara masuk melalui pori-pori kerabang telur . Kematian embrio dapat terjadi 16 hari setelah masa inkubasi. Penyakit ini biasanya menyrang anak ayam berumur di bawah 3 minggu.
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|